Senin, 07 Januari 2019

Filled Under:

Manasik Haji Bimbingan Sesuai Sunnah

Januari 07, 2019


Dalam pelaksanaannya, Ibadah Haji merupakan serangkaian ibadah yang dibutuhkan tenaga fisik yang kuat ketika mengerjakannya. Oleh karenanya, sebelum bertolak ke tanah suci guna melaksanakan ibadah Haji, akan diselenggarakan manasik Haji yang harus diikuti oleh calon jamaah Haji supaya calon jamaah mengetahui rangkaian ibadah apa saja yang akan dilakukan ketika sampai di tanah suci.

Melalui artikel ini, kami akan mencoba mengulas apa saja yang menjadi rukun Haji yang mana apabila jamaah tidak mengerjakan salah satu dari rukun Haji tersebut, maka Haji yang dilakukan tidaklah sah.

Berikut ini adalah rukun Haji yang harus dilakukan :

1. Ihram

Yang dimaksud dengan ihram adalah niatan untuk berhaji. Niat dalam berhaji ini dilakukan dari miqat (batasan-batasan tempat yang telah ditetapkan dalam ibadah Haji).
Jamaah juga tidak diperbolehkan  memakai pakaian yang berjahit, yakni yang menunjukkan lekuk anggota tubuh.

Bagi jamaah wanita, tidak diperbolehkan menggunakan cadar (niqob) dan sarung tangan.
Selain itu, bagi jamaah laki-laki maupun perempuan memperbanyak bacaan talbiyah. Untuk jamaah laki-laki disunnahkan untuk membaca bacaan talbiyah dengan mengeraskan suara. Untuk jamaah perempuan dengan suara yang lirih.
Berikut adalah bacaan talbiyah Haji :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ.إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ.لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

2. Wukuf di Arafah



Yang dimaksud dengan wukuf di Arafah adalah berada di daerah Arafah mana saja dalam berbagai aktifitas atau kegiatan. Bisa dalam keadaan tidur, berkendara, ataupun berdzikir. Bagi wanita yang sedang dalam keadaan tidak suci pun diwajibkan untuk wukuf di Arafah.
Waktu untuk wukuf di Arafah adalah pada tanggal 9 zulhijjah saat matahari tergelincir dan hingga waktu terbit fajar (10 zulhijjah).

Para ulama berpendapat bawah wukuf di Arafah merupakan rukun Haji yang wajib dikerjakan oleh jamaah Haji. Apabila ditinggalkan, maka Haji nya tidak sah.

3. Thowaf Ifadhoh

Thowaf berarti mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali putaran.
Yang harus dilakukan pada saat Thowaf adalah sebagai berikut :

  • Niat ketika akan Thowaf
  • Para ulama berpendapat bahwa ketika Thowaf haruslah suci dari hadats
  • Thowaf tidak harus dilakukan di dalam Ka’bah. Thowaf juga bisa dilakukan di dalam masjid walaupun berada di luar Ka’bah.
  • Memulai Thowaf dari Hajar Aswad dimana posisi Ka’bah adalah berada di sisi sebelah kiri orang yang sedang berthowaf.
  • Thowaf dilakukan selama 7 kali berturut-turut.

4. Sa’i

Sa’i adalah berjalan dan berlari-lari kecil di antara Shofa dan Marwah dengan niatan untuk beribadah.
Yang wajib dilakukan pada saat Sa’i adalah sebagai berikut :

  • Melakukan niat Sa’i
  • Dilakukan berurutan setelah Thowaf.
  • Dilakukan sebanyak 7 kali secara berturut-turut. 

Demikianlah Empat rukun manasik Haji yang apabila salah satunya ditinggalkan maka Haji yang dilakukan tidak sah dan diganti dengan Haji di tahun yang akan datang. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar